Kamis, 15 Juni 2017

INSTALLASI dan KONFIGURASI GIT dengan Bang Samsul Ma'arif



Installasi Git

  1. Pengertian
Git adalah tools yang berfungsi sebagai Version Control System (VCS) dan kalau diartikan ke bahasa kita artinya sebuah sistem pelacak perubahan pada file. Git sendiri dibuat oleh orang yang menciptakan Kernel Linux, yaitu Linus Torvalds. Pada awalnya Git digunakan untuk membantu pengembangan Kernel Linux sebelum akhirnya dipakai lebih luas di berbagai pengembangan software lainnya dan dibuat multi-platform sehingga tersedia di hampir semua OS. Selain Git ada beberapa alternatif lain dari sistem VCS, contohnya: Subversion, Mercurial, CVS, dll. Git merupakan sebua tools yang sangat dibutuhkan Developer, karena dengan menggunakan Git, setiap orang dalam sebuah tim dapat melakukan perubahan pada source-code tanpa harus takut terjadi bentrok ataupun kesulitan dalam menggabungkan hasil perubahan yang mereka lakukan. Dengan menggunakan Git, setiap perubahan pada source-code akan terlacak pesan perubahannya, apa saja yang diubah, siapa yang mengubah dan kapan waktunya. Adapun perintah-perintah dasar dari Git yang paling sering digunakan dan wajib kita kuasai yaitu: git init, git status, git add, git commit, git pull / push, git checkout, git diff, git merge, git remote dan git reset,dll. Lebih lengkapnya klik disini

  1. Latar Belakang dan Batasan Masalah

Pada dasarnya saya melakukan installasi Git adalah untuk mengenal dan memahami VCS menggunakan Git.

  1. Maksud Tujuan
Untuk belajar Version Control System dengan Git.

  1. Hasil yang Diharapkan
Bisa melakukan installasi Git dengan benar dan konfigurasi awal.
Alat dan Bahan
  1. PC atau laptop
  2. Koneksi internet
  3. Modul atau referensi
Jangka Waktu Pelaksanaan
Dapat dilakukan 1-2 jam untuk tahap belajar.

Proses dan Tahapan Pekerjaan
  1. Pastikan kita terkoneksi internet, lalu ketikan perintah ini di Terminal,
$ Sudo apt-get install git
  1. Setelah terinstall, masukan user, email, dan core editor, degan cara :
  • Atur identitas Anda
$ git config --global user.name "yudhabernaditus"
$ git config --global user.email yudhabernaditus@gmail.com
  • Editor yang digunakan
$ git config --global core.editor nano
  • Cek hasilnya
$ git config --list
user.name=yudhabernaditus
user.email=yudhabernaditus@gmail.com
core.editor=nano
Sebelumnya daftar dan buat akun Git terlebih dahulu di web.
  1. Cara daftar atau masuk git di web, ketik url ini di web http://github.com, akan tampil seperti ini : 
     
    Masukan seluruh input data yang di minta.
  2. Lalu kita bisa memualai membuat repositori baru, caranya :
$ mkdir Hallo
$ cd Hallo
$ git init
Initialized empty Git repository in /home/yudha/Hallo/.git/

$ ls -a
. .. .git
Jika berhasil hasilnya seperti ini :


  1. Lalu kita daftarkan berkas untuk di simpan, caranya :
$ nano goblok.py
$ git add goblok.py
  1. Menyimpan perubahan ke repositori
$ git commit -m "commit pertama"
[master (root-commit) a5614f8] commit pertama
1 file changed, 3 insertions(+)
create mode 100755 hallo.py

hasil perintah no 4 dan 5 :


  1. untuk menambah berkas baru kita bisa melakukannya dengan cara :
$ nano (nama file)
$ git add (nama file)
$ git commit -m “nama commit”
Sama dengan cara no 4-5.
  1. Untuk mengeceknya bisa lakukan dengan cara :
    $ git status
  2. Dan untuk mengetahui daftar perubahan kita bisa gunakan perintah
    $ git log
    hasil :

    untuk konfigurasi lengkapnya bisa kunjungi link ini git.puskomedia.id/
Hasil yang di Dapat
Saya dapat menginstall git dengan lancar dan mengkonfigurasinya dengan baik.
Temuan Permasalahan
Tidak bisa melakukan $ git commit -m “commit pertama”. Dan penyelesaiannya adalah dengan menambahkan file terlebih dahulu menggunakan $ git add (nama file)

Kesimpulan yang Didapatkan
Dalam hal ini hal yang perlu diperhatikan yaitu kejelian kita dalam menjalankan perintah dan melakukannya sesuai prosedur. Jika tidak maka perintah kitat tidak akan berhasil.

Sekian yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat
Referensi




PENGENALAN LINUX


Pengenalan Linux

Selamat sore kawan, berjumpa kembali dengan saya melalui blog sederhana saya ini.
Oke, pada kesempatan hari ini, saya akan mengulas sedikit mengenai apa itu linux.
Langsung saja deh…!

Tujuan : untuk mengenal dan memahami perintah dasar linux

Pengertian Linux

Linux adalah sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunax bebas dan suber terbuka utama. Seperti perangkat terbuka dan sumber terbuka lain pada umumnya, kode sumber linux dapat di modifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.

Nama “Linux” berasal dari nama pembuatnya sendiri yaitu Linus Torvalds, yang lalu di perkenalkan pada tahun 1991. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umunya bersal dari sistem operasi GNU, yang di umumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.

Linux merupakan sistem operasi bertipe Unix modular, dengan banyak desain yang berasal dari desain dasar Unix yang di kembangkan dalam kurun waktu 1970-an hingga 1980-an. Linux menggunakan sebuah kernel monolitik, kernel Linux yamg mengganti kontrol proses, jaringan, periferal dan pengaksesan sistem berkas. Dan semua device driver telah terintregrasi ke dalam kernel Linux.
Logo Linux (Tux) didapatka saat Linus Torvalds sedang berjalan-jalan di taman Perth. Saat sedang berjalan, ia di patok oleh seekor Pinguin dan demam selama berhari – hari. Ia berpikir bahwa karakter pinguin cocok untuk menjadi logo sistem operasi baru miliknya itu. Maka diadakanlah kompetisi mendesain logo Linux baru, dan kompetisi dimenangkan oleh Larry Ewing dengan gambar seekor pinguin yang sedang duduk.

Linux sendiri adlah sebuah sitem operasi yang pada dasarnya merupakan sistem operasi berbasis teks ( di kendalikan dengan antar muka baris perintah (Command Line Interface atau CLI) namun pada saat ini telah terdapat banyak distro linux yang berbasis GUI (Graphical User Interfaces), yang umumnya merupakan konfigurasi bawaan untuk versi desktop.

Distro Linux

Distro Linux merupakan kependekan dari distribusi Linux, adalah sebutan untuk sistem operasi komputer dan aplikasinya, merupakan keluarga Unix yang menggunakan kernel Linux. Distribusi Linux bisa berupa perangkat lunak bebas dan bisa juga berupa perangkat lunak komersial seperti Red Hat Enterprise, SuSE, dan lain-lain.
Contoh Distro Linux :
  • Arch Linux
  • Debian
  • Linux Mint
  • Ubuntu
  • Backtrack
  • Lubuntu
  • Edubuntu
  • Xenta OS
  • BlankOn
  • Fedora
  • Kali Linux
  • Red Hat
  • Open SUSE
  • CentOS
  • dll, untuk lebih detail klik di sini

Kemampuan Sistem Linux
Kemampuan sistem Linux ini sudah tidak usah di ragukan lagi, karena sistem Linux dapat bekerja secara Multitasking ( kemampuan OS untuk menangani banyak pekerjaan) baik pada aplikasi yang sama maupun berbeda dan juga dapat bekerja secara Multiuser (bisa digunakan oleh banyak user) meski dalam sebuah PC pada saat bersamaan

Setruktur Sistem Linux

Sistem Linux memiliki 3 struktur yaitu :

1. Kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman. Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing. Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam.

2. Shell  adalah penterjemah (command line interpreter). Pada Linux disebut sebagai terminal. Perangkat lunak inilah yang menjadi jembatan antara user dengan sistem linux.User cukup memberikan perintah dan shell yang akan menanganinya. Shell, baik di linux maupun di UNIX digunakan untuk interaksi antara user dengan komputernya termasuk juga dalam mengontrol session UNIX dan pemrograman (scripting). UNIX shell menyediakan sekumpulan instruksi khusus yang dapat digunakan untuk membuat program shell script .Ada beberapa jenis shell yang umum ditemukan dalam distro Linux, yakni : Bash dan tcsh.

3. Aplikasi (aplication software) adalah program-program yang dibuat oleh user, untuk memenuhi kebutuhuannya sendiri. Program-program ini dapat dibuat dengan menggunakan sejumlah utilitas, perintah built-in milik shell, atau dibangun dengan bahasa pemrograman seperti C, COBOL,atau Phyton dan berbagai development tool seperti oracle dan Informix.Bisa juga berupa program pake yang dibeli dari pemasok perangkat lunak.

File Sistem Linux

/ – root (File System) direktori yang membentuk basic sistem file. Semua file dan direktori secara logic berada di dalam root direktori ini walaupun dari lokasi yang berbeda.
/bin – Memuatkan program arahan yang merupakan sebagian dari sistem operasi Linux. Banyak perintah Linux seperti cat, cp, ls, more, dan tar terletak pada /bin.
/boot – Memuatkan Linux Kernel dan file lain yang diperlukan LILO dan GRUB boot manager.
/dev – Memuatkan semua file penting. Linux melakukan semua operasi utama komputer seperti sebuah file yang special. Semua file seperti ini terletak di /dev.
/etc – Memuatkan semua sistem konfigurasi file dan skrip installation pada /etc/rc.d sub direktori.
/home – Direktori Home menyimpan semua direktori home user.
/lib – Memuatkan file library, termasuk modul driver yang dapat diisi pada sistem boot.
/media – Direktori untuk mounting removable media seperi drive CD-ROM, floopy disk dan zip drive.
/mnt – Direktori untuk mounting file sistem sementara.
/opt – Data – data instal / copy untuk aplikasi opsional .
-9-/proc – Direktori istimewa untuk sistem file virtual. Ia mencakupi informasi mengenai berbagai aspek sistem Linux.
/root – Direktori Home untuk root user.
/sbin – Memuatkan file administration yang dapat diakses seperti mount, shutdown,umount.
/srv – Memuatkan data untuk layanan (HTTP, FTP, etc.) yang ditawarkan oleh sistem.
/sys – Direktori special yang memuatkan informasi mengenai hard disk seperti yang dilihat melalui Linux.
/tmp – Direktori yang digunakan untuk menyimpan data sementara. Isi dari direktori ini dibersihkan setiap kali sistem boot.
/usr – Memuatkan sub direktori untuk pelbagai program seperti sistem X Windows.
/usr/bin – Memuatkan file yang dapat diakses untuk pelbagai perintah Linux yang bukan merupakan sebahagian dari OS Linux.
/usr/include – Memuatkan file – file header dari bahasa program C dan C++.
/usr/lib – Memuatkan file – file library untuk bahasa C dan C++.
/usr/local – Memuatkan data lokal. Ia mengadung direktori yang sama seperti /usr.
/usr/sbin – Memuatkan perintah – perintah administration.
/usr/share – Memuatkan data yang digunakan oleh banyak user sekaligus, seperti file konfigurasi default, gambar dan dokumen.
/usr/src – Memuatkan source code untuk Linux kernel.
/var – Memuat berbagai sistem file seperti log, direktori mail, print dan lain – lain. Yang sering kali berubah kandungannya.
/var/lib – Memuatkan informasi tentang status aplikasi – aplikasi yang ada. Aplikasi memodifikasi direktori ini semasa melakukan sesuatu kerja.


Perintah Dasar Linux

cd
fungsi: digunakan untuk berpindah ke direktori lain.

chmod
fungsi: digunakan untuk mengatur hak akses suatu file atau direktori

clear
fungsi: digunakan untuk membersihkan seluruh layar terminal

cp
fungsi: digunakan untuk menyalin sebuah file

date
fungsi: digunakan untuk menampilkan tanggal dan waktu

halt
fungsi: digunakan untuk mematikan sistem

history
fungsi: digunakan untuk melihat perintah apa saja yang telah digunakan

ifconfig
fungsi: digunakan untuk melihat informasi pada kartu jaringan, seperti IP address, Mac address, dan lain-lain.

ls
fungsi: digunakan untuk melihat isi dari suatu direktori
mkdir
fungsi: digunakan untuk membuat direktori baru.

mv
fungsi: untuk memindahkan file, bisa juga untuk merubah nama sebuah file.

nano
fungsi: digunakan untuk text editor

passwd
fungsi: digunakan untuk menggunakan password

pwd
fungsi: digunakan untuk menampilkan nama direktori dimana Anda sedang berada

reboot
fungsi: digunakan untuk menghidupkan ulang sistem/komputer

restart
fungsi: menjalankan ulang service yang sedang berjalan.

rm
fungsi: digunakan untuk menghapus file.

rmdir
fungsi: digunakan untuk menghapus direktori

shutdown
fungsi: sama seperti halt, digunakan untuk mematikan sistem

start
fungsi: digunakan untuk menjalankan sebuah service.

stop
fungsi: digunakan untuk menghentikan sebuah service yang sedang berjalan

sudo
fungsi: menjalankan perintah sebagai root

su
fungsi: untuk beralih dari user menjadi superuser (root)
tar
fungsi: digunakan untuk mengekstrak file dengan format *tar.gz *.tgz

touch
fungsi: digunakan untuk membuat file baru dalam keadaan kosong.

unzip
fungsi: digunakan untuk mengekstrak atau mengurai file yang dikompress dalam bentuk *.zip

who
fungsi: digunakan untuk melihat siapa saja yang sedang login



Oke, mungkin sekian dulu yang dapat saya posting kali ini, semogga bermanfaat.


Referensi

Rabu, 14 Juni 2017

MANAJEMEN PROYEK


Mananjemen Proyek

Oke kawan bertemu kembali dengan saya melalu blog saya ini.
kali ini saya akan berbagi mengenai apa itu "Managemen Proyek" dan kompetisi yang harus di miliki seorang manager proyek.

Tujuan : Untuk memahami apa itu manajemen proyek dan menerapkannya di dunia kerja.

Pengertian
Manajemen Proyek

Manajemen Proyek adalah sebuah ilmu kedisiplinan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujujan tujuan proyek.
Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah detetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan atau anggaran yang sudah di sepakati), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik dan hasilnya dapat di definisikan sebagai keluaran, hasil atau manfaat.
Untuk lebih lengkapnya bisa lihat di sini.

Proses :


Pada dasarnya setiap kita melakukan sebuah pekerjaan pasti kita selalu melalui proses, seperti halnya melakukan Manajemen Proyek.

Terdapat lima tahap kegiatan utama yang dilakukan dalam siklus hidup proyek yaitu :
  • Tahap Inisiasi, yaitu tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek di sepakati untuk di kerjakan.
  • Tahap perencanaan dan Desain, setelah ruang lingkup proyek di tetapkan dan tim proyek di bentuk, maka aktivitas proyek mulai memasuki perencanaan. Pada saat ini semua dokumen perencanaan akan disusun secara terperinci sebagai panduan melaksanakan proyek selama kegiata berlangsung.
  • Tahap Eksekusi, setelah definisi proyek terbentuk dengan jelas dan terperinci, maka aktifitas proyek siap untuk memasuki pelaksanaan proyek. Pada tahap ini proyek secara fisik akan di bangun.
  • Tahap Pemantuan dan Sistem pengendalian, hal ini perlu dilakukan untuk memantau semua kegiatan yang berlansung selama kegiatan, gunanya untuk mengetahui hasil kegiatan dan mengontrol penyelesaian sebagai hasil akhir proyek.
  • Tahap Penyelesaian, merupakan sebuah tahap terakhir dimana kita diwajibkan untuk melaporkan hasil akhir proyek berserta dokumentasinya

Investasi dalam manajemen proyek yang efektif akan memiliki sejumlah manfaat bagi kedua organisasi tuan rumah dan orang-orang yang terlibat dalam memberikan proyek, hal tersebut akan memberikan sebuah pengaruh baik sebagai berikut :
  • memberikan kemungkinan yang lebih besar untuk mencapai hasil yang diinginkan;
  • memastikan penggunaan nilai efisien dan terbaik dari sumber daya;
  • memenuhi kebutuhan yang berbeda dari para pemangku kepentingan proyek.
Dan untuk memastikan sebuah proyek berhasil dan berjalan dengan baik, maka seorang manajer proyek harus kompeten dalam hal ini.


Kompetensi yang Harus Dimiliki Seorang Manajer Proyek 



Seorang manager proyek merupakan seorang profesional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek memiliki tanggung jawab untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan. Seorang manajer proyek yang baik harus memiliki kompetensi yang mencakup unsur ilmu pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill) dan sikap (attitude). Ketiga unsur ini merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek.

Adapun kompetensi yang harus dimiliki seorang manager proyek adalah sebagai berikut :

  1. Manajemen Ruang Lingkup;
  2. Manajemen Waktu;
  3. Manajemen Biaya;
  4. Manajemen Kualitas;
  5. Manajemen Sumber Daya Manusia;
  6. Manajemen Pengadaan;
  7. Manajemen Komunikasi;
  8. Manajemen Resiko;
  9. Manajemen Integrasi.
Seorang manajemen proyek juga harus paham akan kondisi dan kemampuan dirinya sendiri, juga harus mempersiapkan dan melengkapi kempampuan dirinya yang bisa di peroleh dengan mengikuti kursus management proyek atau dengan membaca referensi standard internasional yang kerap dipergunakan dalam bidang manajemen proyek adalam PMBOK (Project Management Body Of Knowledge), dan di rekomendasikan untuk mendapatkan sertifikasi manajemen proyek, dimana bila sudah mendapat sertifikat ini akan memperoleh gelar PMP (Project Management Professional) dibelakang namanya sebagai bukti dimilikinya kemampuan terkait.

Kemampuan yang Harus Dimiliki Manager Proyek

Selain kompentensi, seorang manajemen proyek juga harus bisa menguasai tujuh kemampuan yang berada di bawah ini :
  1. Kepemimpinan (Leadreship)
  2. Komunikasi (Communicaton)
  3. Pengorganisasian dan Penjadwalan (Organizing and Scheduling)
  4. Management Resiko (Risk Management)
  5. Perundingan (Negotiation)
  6. Alokasi Sumber Daya dan Penganggaran (Resource Allocation and Budgeting)
  7. Keterampilan Teknis (Technical Skills)
Dengan memiliki ke tujuh kemampuan tersebut maka seorang manager proyek akan dapat membawa keberhasilan yang cukup tinngi terhadap proyek yang sedang di kerjakan nya.



Cukup sekian yang dapat saya bagikan kepada teman – teman semua kali ini,

TERIMAKSIH.

Referensi :

Selasa, 13 Juni 2017

DASAR - DASAR JARINGAN


DASAR DASAR JARINGAN

oke sahabat blogger semua, kali ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai dasar-dasar jaringan

Tujuan : untuk mengetahui dasar – dasar jaringan agar kedepannya mudah dalam membuat jaringan

1. PENGERTIAN JARINGAN

Jaringan komputer (jaringan) adalah sekumpulan jaringan telekomunikasi yang terbentuk dari komputer individu (personal computer) yang di hubungkan dengan Transmission Control Protocol / Internet Protocol ( TCP/IP) sehingga memungkinkan antar komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data. Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta (request) dan memberikan layanan (service). Untuk detailnya bisa Klik di sini
Berdasarkan kriteria jaringan, jaringan di bedakan menjadi beberapa bagian, untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut :

2. TOPOLOGI JARINGAN
  1. TOPOLOGI BUS

    Topologi bus adalah sebuah topologi yang tersusun rapi seperti antrian. Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya dan jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya menggunakan T-BNC di sepanjang kabel pusat
Kekurangan :
  • Bila terjadi ganguan di kabel pusat, semua akan mengalami gangguan
  • Trafic data terlalu padat
  • Perlu repeater untuk jarak jauh
Kelebihan :
  • Pengembangan jaringan atau penambahan workstation bisa dilakukan dengan mudah
  • Hemat kabel
  • Layout kabel sederhana
  1. TOPOLOGI RING

    Topologi Ring adalah sebuah topologi yang menghubungkan komputer satu dengan lainya secara berurutan dari komputer pertama dan kembali ke komputer pertama dan setiap pengiriman paket data akan melewati komputer yang terhubung sampai ke komputer yang akan di kirimkan paket data.
    Contoh : terdapat 4 komputer dalam topologi ring, jika komputer pertama mengirim ke komputer 4, maka data akan melewati komputer 2 dan 3 dan tidak akan berhenti sebelum samapai tujuan.
Kelebihan :
  • Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
  • Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
  • Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
  • Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to point
  • Hemat kabel
  • Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data
Kekurangan :
  • Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
  • Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
  • Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
  • Lebih sulit untuk dikonfigurasi daripada Topologi Star
  • Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles
  1. TOPOLOGI STAR

    Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan :
  • Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
  • Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  • Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  • Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
  • Akses Kontrol terpusat.
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan
Kekurangan :
  • Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
  • Boros dalam pemakaian kabel.
  • HUB/SWITCH jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
  • Peran hub sangat sensitif sehingga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
  • Jaringan tergantung pada terminal pusat.
  • Jika menggunakan HUB dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
  • Biaya jaringan lebih mahal daripada bus atau ring.
  1. TOPOLOGI TREE

    Topologi Tree adalah sebuaj topologi hasil kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.
Kelebihan :
  • Terbentuk kelompok yang dibutuhkan setiap saat.
Kekuarangan :
  • Apabila terjadi kesalahan di sektor pusat atau jaringan atas, maka jaringan di bawahnya akan terganggu.
  1. TOPOLOGI MESH

    Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Kelebihan :
  • Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
  • Hubungna dedicated links
  • Privacy dan scurity terjamin.
Kekurangan :
  • Membutuhkan banyak kabel dan port I/O/
  • Membutuhkan space ruang yang besar.
 

3. MACAM – MACaM JARINGAN

  1. LAN

    Local Area Network (LAN) adalah sebuah jarinagan yang cakupanya paling kecil. Sesuai dengan namanya. Jaringan ini hanya di gunakan dalam ruangan yang kecil seperti kafe, warung makan, sekolah, warnet, rumah, dan lain sebagainya.
    Pada dasarnya jaringan LAN ini sangat membantu bagi user yang terhubug dalam jaringan ini untuk berbagi data, jaringan LAN ini cukup stabil dengan penggunaan PC user yang standar dalam satu wilayah. Jaringan ini juga lebih memudahkan setiap user dalam membagikan file dengan cara sharing yang lebih ringkas dan cepat. Kelebihan lainnya dari jaringan LAN adalah biaya oprasional yang relatif kecil karena lebih sedikit dalam menggunakan kabel jaringan.

  2. MAN

    Metropolitan area network atau disingkat dengan MAN adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.
    MAN merupakan sebuah jaringan yang memudahkan user untuk saling bertukan data meskipun lokasi mereka tidak dekat. MAN juga sangat berguna bagi instanasi perusahaan dalam bertukar informasi dan data. Penggunaan man ini sangat efesien meskipun digunakan secara bersamaan.
     
  3. WAN

    Wide Area Network (WAN) merupakan jaringan yang jauh lebih luas ruang lingkupnya, seperti satu negara, satu benua, bahkan satu dunia. Internet yang biasa kita gunakan termasuk ke dalam jaringan WAN atau Wide Area Network, karena dapat menghubungkan komputer kita dengan jaringan seluruh dunia.

    Teknologi jaringan WAN ini menggunakan kabel yang terletak di dalam tanah maupun di dasar laut, dengan begitu jaringan yang tercakup lebih luas bahkan antar benua dan banyak negara. Terdapat jenis-jenis kabel aringan komputer yang biasa di gunakan, dan kebel yang di gunakan untuk jaringan WAN ini menggunakan kabel fiber optic yang cukup kuat sehingga rentan akan kerusakan meski tertanam di dalam tanah maupun di lautan.Kelebihan dari jaringan ini memiliki speed yang cukup baik dan stabil, pertukaran informasi yang di lakukanpun lebih aman dan terarah. Karena menyangkut hubungan antar negara maka jaringan ini cukup baik di bandingkan jaringan LAN dan jaringan MAN. Namun terdapat kekurangan juga dari jaringan WAN ini, yaitu biaya oprasional yang cukup tinggi sebab harus
    menanamkan kabel fiber optik yang sangat banyak.


Dan untuk deketahui berdasarkan distribursi, jaringan di bedakan menjadi 2, yaitu:
  1. Jaringan Terpusat : Jaringan terpusat merupakan jaringan umum yang biasanya digunakan pada warnet, perpustakaan, dan tempat mengakses informasi publik lainnya. Jaringan terpusat ini mengandalkan satu server sebagai penyedia data utama, yang kemudian dihubungkan ke dalam beberapa komputer client.
  2. Jaringan Terdidtribusi : Jaringan terdistribusi merupakan gabungan dari beberapa jaringan terpusat, sehingga dalam hal ini, komputer client dan server akan membentuk suatu jaringan tersendiri yang baru, dan dapat mengakses informasi lebih banyak, karena menggunakan lebih dari 1 sistem jaringan terpusat.
    Jaringan terdistribusi ini lebih membantu para user dalam mendapatkan informasi lebih cepat dan tepat, pasalnya jaringan ini memiliki banyak processor yang dapat bekerja secara bergantian jika terdapat masalah pada salah satu processor yang sedang beroperasi.
Dan berdasarkan transmisinya terdapat jaringan tanpa kabel (Wireless), sebuah layanan internet yang pelayanannya tanpa mengunakan kabel dan bisa diakses oleh banyak user.  Contohnya WiFi
 Serta transmisi jaringan dengan kabel atau Wired, diman di setiap transmisi harus menggunakan kabel, Contohnya jaringan LAN
Juga berdasarkan peran dan hubungan terdapat dua jenis jaringan yaitu :
  • Client Server, dimana terdapat sebuah pc yang bertindak sebagai server untuk melayani beberapa klient.

  • Peer To Peer, diamana sebuah pc yang saling berhubungan bisa bertindak sebagai client ataupun server.




REFERENSI


dan dari beberapa E-Book




Sekian yang dapat saya bagikan kepada temen-temen semua selamat berkarya.

OSI LAYER dan TCP/IP


OSI LAYER dan TCP/IP

Selamat sore teman-teman kali ini saya akan berbagi mengenai apa itu OSI layer dan TCP/IP,
oke langsung saja ya.

Tujuan : Untuk mengetahui apa itu OSI Layer dan TCP/IP

1. PENGERTIAN

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa tahun 1977. OSI ( Open System Interconnection ) disebut juga dengan model “ Model tujuh lapis OSI “ (OSI seven layer model)

Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok atau vendor. OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi. Untuk detail lebih lanjut klik disini


2. Seteruktur OSI Reference Model


Application layer : Merupakan struktur OSI layer yang berada pada lapisan ke-7, Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS

Presentation layer : Berada pada lapisan ke-6 memiliki fungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).

Sesion Layer : Merupakan lapisan ke -5 yang berfungsi untuk mengidentifikasi bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau di hancurkan. Selain itu dalam level ini juga dilakukan resolusi nama.

Transport layer : Lapisan ke-4 OSI Layer, berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan. Adapun protokol yang berada dalam lapisan ini adalah UDP, TCP, dan SPX ( Sequence Packet Exchange).

Network layer : Lapisan ke-3 ini berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah DDP (Delivery Datagram Protocol), Net BEUI, ARP, dan RARP (Reverse ARP).

Data Link layer : Lapisan ke-2 ini befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

Physical Layer : Merupakan lapisan pertama yang berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.


3. TCP/IP

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) jika diterjemahkan adalah Protokol Kendali Transmisi/Protokol Internet, adalah gabungan dari protokol TCP (Transmission Control Protocol) dan IP (Internet Protocol) sebagai sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini, karena protokol ini mampu bekerja dan diimplementasikan pada lintas perangkat lunak (software) di berbagai sistem operasi Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet.
Berbeda dengan OSI layer, Pada TCP/IP setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:

Protokol lapisan aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).

Protokol lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).

Protokol lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message 3. Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).

Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).

Mungkin cukup sekian yang dapat saya bagikan kali ini.
Terimakasih
Referensi